Entah skeptis atau apatis

Ketika pengalaman pahit menjadi guru terbaik, merubah seseorang menjadi pribadi yang berbeda.

Waktu yang berjalan memastikan perubahan untuk apapun yang mau berubah dan siap berubah. Tak terlepas untuk kiki si raja galau. Belum lepas galau karena perubahan sistem kerja. Sekarang ditambah dengan kegalauan akibat menipisnya rasa percaya kiki pada orang orang disekitar kiki. Perlahan tapi pasti kiki mulai menarik diri dari pergaulan, dengan alasan untuk introspeksi dan berbenah diri.

Sebenarnya kiki tak yakin dengan pilihan kiki untuk mundur dan mencoba hilang dari pergaulan. Tapi apa daya, sepertinya itu jalan untuk menenangkan hati kiki. Menenangkan hati dengan mencoba mengurangi gesekan dan benturan dengan orang orang di sekitar kiki.

Sederhana alasan kiki menarik diri,

Kecewa.....

Alasan klise sebenarnya, tetapi,terlampau sering rasa kecewa mampir dan menoreh perasaan kiki. Membuat kiki jengah dengan keadaan dan berujung menjadi kiki yang skeptis dan apatis.

Siapa yang mesti disalahkan?

Salahkan kiki yang terlalu naif dan terlalu bodoh untuk percaya dan selalu mengerti.

Kiki
Tamansari, 03042014


(sumber gambar: skeptisbloger.blogspot.com)
 
2 Responses
  1. ceuk saya mahnya bukan skeptis atau apatis, tapi "sesuatu" :) #syahroni mode on


  2. kiki Says:

    hahahah.. pake banget ga sesuatu nya??


Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...